Dua Pengajar STIA Al Abidin Raih Sanad Qiraat Imam Ashim Riwayat Hafs dan Syu’bah

Surakarta — Komitmen menjaga kemurnian bacaan Al-Qur’an kembali ditunjukkan oleh pengajar STIA Al Abidin. Ustadz Mas’ula Az Zahid, al-Hafidz dan Ustadzah Ayu Lestari, al-Hafidzah berhasil menyelesaikan Talaqqi Pengambilan Sanad Riwayat Imam Hafs dan Syu’bah Qira’ah Imam ‘Ashim yang dilaksanakan mulai 27 Oktober 2025 dan berlangsung selama dua bulan secara daring. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Rumah Tahfidz Hamalatul Qur’an Sukoharjo dan dibimbing langsung oleh Ustadz Ibadurrahman, pemegang sanad Qira’ah Imam ‘Ashim riwayat Hafs dan Syu’bah tertinggi di Indonesia jarak 28 generasi Mujaz Syaikh Misbah.

Program talaqqi ini dilaksanakan dengan sistem kelas munawabah, di mana peserta menyetorkan bacaan Al-Qur’an secara bergilir dan terstruktur dari Juz 1 hingga Juz 30. Seluruh proses dilakukan melalui metode talaqqi, yaitu pembacaan langsung di hadapan guru untuk memastikan ketepatan makharijul huruf, sifat huruf, serta kesesuaian kaidah qira’ah sesuai riwayat yang dipelajari.

Keberhasilan kedua pengajar tersebut diraih melalui proses yang panjang dan menuntut kedisiplinan tinggi. Selama dua bulan pelaksanaan, mereka secara konsisten mengikuti setiap sesi, melakukan muroja’ah intensif, serta memperbaiki bacaan berdasarkan arahan pembimbing. Kunci utama keberhasilan dalam pengambilan sanad ini adalah istiqomah, baik dalam menjaga kualitas bacaan maupun dalam memegang adab talaqqi.

“Bersanad bukan berarti punya ilmu yang paling tinggi dan yang paling benar. Teruslah mencari ilmu yang ‘ali, tidak hanya satu guru saja dan teruslah istiqomah dalam berinteraksi dengan Al Qur’an,” ujar Ustadz Ibadurrahman, Pembimbing Talaqqi Qira’ah Imam ‘Ashim.

Prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen STIA Al Abidin dalam meningkatkan kualitas sumber daya pendidik, khususnya di bidang Al-Qur’an dan qira’ah. Sekolah secara berkelanjutan mendorong para pengajar untuk mengembangkan kompetensi keilmuan yang bersanad, sehingga ilmu yang diajarkan kepada mahasiswa memiliki landasan ilmiah yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan capaian ini, STIA Al Abidin berharap semangat menjaga tradisi keilmuan Al-Qur’an terus tumbuh di lingkungan kampus, sekaligus menjadi teladan bagi mahasiswa dalam meneladani nilai istiqomah, kesungguhan, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.


Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
slot777 slot gacor slot777 slot777 slot gacor hari ini slot gacor maxwin slot deposit pulsa slot deposit pulsa tri